BAB 44 – Rencana Lucifer

906 Words

Max mendengus kesal, melihat ciuman panas yang dilakukan oleh Liliana terhadap Gaven. “Terus ... teruskan saja ... anggap saja tidak ada orang di sini.” Max menggerutu seraya berpura-pura memainkan ponselnya. Liliana segera melepaskan ciumannya, “I so sorry, Max. Kamu tidak tahu apa yang terjadi dengan diri Gaven di dimensi lain. Ia hampir saja kehilangan nyawanya.” Liliana kembali mendekap tubuh Gaven. Gadis itu sudah terlalu nyaman berada di dekat Gaven. Bahkan hingga ke dimensi lain pun, Liliana bisa menyusul Gaven. “Yeah ... I know, Lian. Tapi nggak harus bermesraan di depanku juga’kan?” Max mencebik. “Hahaha ... makanya, cari pasangan dong, Max. Jadi kita bisa bermesraan bareng,” canda Liliana “Tidak ada yang mau sama aku!” Max mendengus kesal. “Max, kamu beneran mau punya pasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD