Maymon dan Gaven sama-sama memiliki kekuatan yang seimbang. Iblìs berjubah hitam itu terus melesatkan serangannya kepada Gaven. Mereka saling beradu kekuatan fisik dan kekuatan supernatural. “Kuat juga kau rupanya anak manusia!” ucap Maymon sesaat setelah dirinya tersungkur oleh pukulan Gaven. “JANGAN BANYAK BICARA IBLIS BAJIƝGAN! HIYAAATTTT ...!!!!” Gaven terus menyerang. Ia tidak menyerah walau pun wajahnya sudah peluh luka lebam. Di tengah gesitnya pertarungan antara Maymon dan Gaven, Gaven tiba-tiba mendengar suara seseorang wanita memanggilnya. “Gaven ... ternyata kamu ada di sini, semua orang mencemaskanmu!” “Lian? Bagaimana bisa kamu ke sini?” Gaven melihat Liliana tidak jauh dari tempatnya berdiri. “Owh ... kekasihnya datang rupanya.” Maymon tersenyum kecut. Dalam otak hitamn

