BAB 42 – Kedatangan Liliana

1588 Words

Kediaman orang tua Gaven. Anna dan Matheo semakin mencemaskan kondisi putra mereka. Sudah hampir dua puluh empat jam, Gaven belum sadarkan diri. Gaven tertidur dalam keadaan tidak nyaman. Walau matanya terpejam, Anna dan Matheo bisa melihat jika pupil mata Gaven bergerak ke sana kemari. Keringat juga mengucur dari tubuh Gaven Althair. “Pak, apa yang terjadi dengan Gaven, Pak?” Anna terisak. Ia begitu khawatir. “Entahlah, Bu. Andai saja kita masih di kampung Ujung Kulok, mungkin kita bisa meminta bantuan solusi dari nini. Sekarang bapak tidak tahu harus bagaimana.” Matheo juga tidak kalah cemas. Di tengah kegalauan sepasang suami istri itu, tiba-tiba ponsel Gaven berdering lagi. Sudah puluhan panggilan yang diabaikan oleh Anna dan Matheo, namun kali ini orang tua Gaven itu tidak ingin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD