Ava dibiarkan terkapar begitu saja di lantai kamar mandi. Ia tidak memiliki cukup energi walau hanya sekedar untuk bangkit. Miliknya kembali perih dan penuh luka. Begitu juga beberapa bagian tubuhnya, penuh dengan tanda kepemilikan dan kekerasan. Wanita malang itu hanya mampu menangisi nasibnya. Berharap akan ada keajaiban untuk menyelamatkan hidupnya. Walau ia sendiri ragu untuk itu. Tidak ada satu pun dari rekan-rekannya yang tahu mengenai villa milik orang tuanya—tempat Ava disekaps. Ava selama ini tertutup untuk masalah pribadi. Bahkan suaminya pun tidak tahu mengenai keberadaan villa itu. Dua jam, Ava masih terkapar di lantai kamar mandi dalam kondisi tubuh tanpa apa-apa. Ava memulihkan tenaganya dengan meminum air kran yang terus keluar karena Sam dan rekannya tidak mematikan air

