Liliana bergegas menuju kamarnya. Ia tidak ingin ayahnya melihat benda apa yang baru saja ia beli. Liliana menarik napas panjang, setelah terhenyak di atas ranjang miliknya. Huft ... untung mama Rose tidak melihat apa yang ada dalam kantong belanjaanku. Andai saja mama melihatnya? Liliana merasa sangat lega, ia berhasil menyembunyikan kamera pengintai yang baru saja ia beli untuk menyelidiki keberadaan Gaven. Baru saja Liliana hendak memejamkan matanya, tiba-tiba ia mendengar suara ketukan pintu dari luar kamar. Liliana seketika tersentak, dengan cepat ia menyimpan kantong belanjaannya di dalam lemari dan menutupinya dengan seutas kain. Setelah semua beres, Liliana segera melangkah menuju pintu kamarnya. “Papa ... ada apa?” “Lian, besok Lian ada acara?” “Memangnya kenapa, Pa?” “Bes

