Setelah panggilan suara antara Liliana dengan Sila terputus, Liliana tampak sangat panik. Dengan cepat, ia membereskan sampah-sampah bungkusan kamera miliknya. Liliana meremasnya hingga pipih kemudian memasukkannya ke dalam bajunya. Ya Tuhan ... aku harus sembunyi di mana? Kamar mandi, iya ... iya ... Ah tidak, bagaimana jika ada yang masuk ke dalam kamar mandi? Bawah meja papa? Ah tidak mungkin, papa akan melihatku di sana. Haduh ... aku harus sembunyi di mana? Liliana benar-benar panik. Netra gadis itu menatap meja persegi panjang yang terletak di tengah-tengah sofa tamu. Liliana menyibak kain penutup meja tersebut, ternyata ia melihat ada ruang di bawahnya. Dengan cepat, Liliana masuk ke kolong meja dan menutupnya kembali dengan rapi. Baru saja Liliana mengatur posisinya di dalam san

