WARNING!! MENGANDUNG PART 21++ === ====== Gaven tersenyum bahagia melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Tidak ingin Liliana menunggu lama, Gaven segera mengangkat panggilan itu. “Halo, Lian ....” “Tumben kamu kunci pintu kamarmu, kenapa?” “Maaf, tadi aku memang sengaja mengunci pintu. Khawatir kalau-kalau mbak Rose masuk ke kamar ini.” “Apa maksud kamu, Gaven? Mama aku masuk ke kamar kamu, untuk apa?” “He—eh ... bu—bukan begitu maksudku. Aku hanya tidak ingin siapa pun masuk ke dalam kamar ini ketika aku terlelap nanti, kamu mengerti’kan maksudku?” Gaven berkilah. “Kamu nggak bohong’kan, Gaven? Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku?” “Tidak, Sayang ... apa maksudmu? Mana mungkin aku bisa merahasiakan apa pun darimu? Aku hanya tidak ingin siapa pun masuk ke dalam ka

