Gaven ... tolong ... tolongin aku, Gaven ... Gaven, tolong beritahukan kepada Andrew di mana keberadaanku. Suruh mereka menjemputku sekarang ... aku sudah tidak tahan dengan siksaan mereka. Tolong Gaven ... tolong ... Gaven tersentak, terjaga dari tidurnya. Ia merasakan tubuhnya kembali bergetar. Walau ia tidak mengenali Ava dengan baik, tapi rintihan Ava dalam mimpinya begitu terdengar sangat jelas, seakan mereka sudah saling mengenal cukup lama. “Sayang ... ada apa?” Liliana juga ikut terjaga. “Ava ... Ava butuh bantuanku.” “Memangnya ada apa? Apa Ava datang ke mimpimu? Kok bisa?” Liliana heran. “Entahlah ....” Gaven menatap jam dinding kamarnya. Sudah menunjukkan pukul empat dini hari, “Lian, kamu harus segera kembali ke kamarmu. Jangan sampsai ada yang tahu jika kamu tengah tertid

