Andrew mulai membuka rapat siang itu. Semua menyimak dengan saksama. Rapat kali ini difokuskan untuk masalah Ava. “Gaven, ceritakan apa yang kamu tahu tentang Ava.” Gaven menarik napas panjang. Ia tahu, apa yang akan ia sampaikan, bagi sebagian orang hanya sebuah dongeng belaka. Namun, ia tetap harus menceritakan semua yang ia tahu tentang Ava. “Semalam, Liliana melihat beberapa anak buah Raymond membawa Ava keluar dari rumah itu. Kondisi Ava sangat memprihatinkan. Wajahnya penuh dengan luka lebam.” Gaven tertunduk, ia menghentikan penjelasannya. Semua orang yang ada di ruangan itu, terkesima mendengar penjelasan Gaven. Ada rasa ngilu di diri mereka masing-masing tatkala harus membayangkan kondisi Ava saat ini. “Lalu apa lagi yang kamu tahu, Gaven?” “Semalam, Ava hadir di dalam mimpi

