Nyonya Victoria yang kecolongan

861 Words

Gedung apartemen Davin tampak tenang sore itu. Langit sudah meredup, awan berarak pelan, sementara lampu-lampu jalan di sekitar parkiran mulai menyala satu per satu. Di antara deretan mobil yang terparkir rapi, seorang lelaki duduk gelisah di dalam mobil hitam dengan kaca sedikit terbuka. Dialah salah satu mata-mata yang ditugaskan untuk mengawasi gerak-gerik Davin. Sudah berjam-jam ia hanya menatap satu arah: pintu masuk keluar gedung apartemen. Ketika sebuah mobil mewah berhenti tak jauh darinya, lelaki itu spontan terlonjak. Dari dalam mobil keluar sosok elegan dengan gaun hitam sederhana, wajah angkuh, dan sorot mata yang tajam—Nyonya Victoria. Mata-mata itu segera keluar dari mobil, menunduk hormat menyambut kedatangan wanita berpengaruh itu. “Bagaimana keadaan sekarang?” suara Nyon

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD