Mobil yang di tumpangi Lexsa dan Davin akhirnya tiba, bergegas mereka bertiga keluar dari dalam mobil, Lexsa terlihat cekatan membantu dan mengurus Davin, sementara Nyonya Victori menatap sini. Merekapun akhir melangkah masuk ke dalam rumah sakit. Langkah-langkah mereka bergema di lorong rumah sakit yang sepi. Bau antiseptik menusuk hidung, menambah suasana kaku yang mengelilingi mereka bertiga. Nyonya Victoria berjalan di depan, menggandeng tangan Davin dengan penuh kuasa, sementara Lexsa hanya bisa mengekor dari belakang dengan tatapan penuh curiga. Dari cara wanita paruh baya itu berjalan, jelas terlihat bahwa ia seakan memiliki kendali penuh atas keadaan, bahkan atas Davin sendiri. Setibanya di ruangan dokter spesialis mata, tanpa basa-basi Nyonya Victoria segera membuka pintu dan me

