nonton bersama

1018 Words

Setelah mengantarkan Davin kembali ke apartemennya, Lexsa akhirnya pulang ke unit apartemennya sendiri. Lexsa merebahkan tubuhnya di sofa lalu lama terdiam, ia menyerengit memikirkan Davin. "Dia pasti masih sedih." pikir Lexsa sebelum senyum kecil tergambar di bibirnya. Alih-alih beristirahat, ia justru sibuk mengisi waktu dengan sebuah rencana kecil. Langkahnya membawanya ke dapur, membuka lemari yang menempel di sisi kulkas. Tangannya mengambil beberapa bungkus camilan, keripik, permen cokelat, dan sebungkus popcorn instan. “Kalau hari ini hanya berakhir dengan sunyi, Davin pasti kembali murung. Lebih baik aku temani dia.” Dengan kedua tangannya yang penuh dengan cemilan, ia kemudian berjalan ke kamarnya, mengeluarkan sebuah proyektor kecil yang selama ini ia simpan di sudut lemari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD