“Papah, cukup, hentikan! Jangan memukulnya lagi!” Alfa yang saat ini diperlihatkan ayahnya tengah dikeroyok habis-habisan oleh anak buah dari bos mafia itu hanya bisa menangis. Kedua tangannya terikat. “Sekarang kamu tahukan apa yang akan kami lakukan kalau kamu nggak nurut!” Alfa geram, “mau apa kalian? Lepasin kita!” “Lepasin? Lo tahu kalau laki-laki yang kamu sebut papah tadi memiliki hutang yang banyak pada bos dan dia nggak bisa bayar, lo ngerti?” Alfa menatap Joni ayanya yang saat ini tertunduk dengan penyesalan, bahkan untuk sekedar melihat wajah anaknya ia sangat malu. *** Alia menceritaka semua pada Alan kalau ada yang tak beres dengan Alfa. Dan ketika Alan menghubunginya lewat ponsel pribadinya, ponsel itu tak diangkat dan malah berbunyi ‘tut..tut..tut’ panjang. Alan

