Sania dihadang oleh Rinka–sang sepupu, tepat di depan pintu unit apartemen, gadis berambut curly itu tengah melipat tangan di depan d**a sedang pandangan mata itu terlihat sangat tajam ketika memberikan tatapan padanya. Sania tidak tahu apa penyebab Rinka berlaku demikian, tetapi sedikitpun tidak berniat mencari tahu sebab sejak dulu dia tidak pernah mau mengulik urusan orang lain. "Tumben ke sini? Ada apa nih?" tanyanya sembari merogoh kantung clutch kemudian mengambil kartu akses berwarna putih dari dalam sana. Menempel benda itu untuk beberapa detik sebelum akhirnya suara klik berbunyi. "Ada yang mau gue omongin. Penting!" Sania membulatkan bibirnya membentuk huruf O kemudian menekan tuas pintu. Pintu terbuka lebar ia pun meminta agar Rinka masuk lebih dulu yang kemudian disusul oleh

