Selama bertahun-tahun lamanya Mawar hidup seorang diri pasca Sania memilih tinggal bersama Angga. Ia tidak bisa mencegah keinginan Sania yang mungkin saja sudah tidak nyaman hidup dengannya. Melintasi waktu yang terbunuh hanya dengan berteman bayangan semu dan sunyi yang setia melengkapi penderitaan. Bohong jika ia sama sekali tidak rindu suasana lama, di mana keadaan saat itu masih utuh dan harmonisasi masih terpupuk sempurna, tumbuh subur sebelum akhirnya mati oleh racun. Ia sangat merindukan momentum itu, ia ingin merengkuh kisah itu kembali dan menebus semua kesalahan yang telah terjadi. Tak dipungkiri, pada tiap-tiap malam menjelang tidur, Mawar acap kali menangisi keadaan yang menimpanya, menangisi setiap jengkal peristiwa yang telah dilewati penuh sejuta kesakitan. Meski sebetulnya

