Detik-detik

1008 Words

"Tumben Mama dateng ke sini? Ada apa Ma? Sorry, berantakan. Aku baru bangun." Shaka yang berada di meja bar, menuang air dari dalam botol yang baru diambil di lemari pendingin kemudian meneguknya beberapa kali. Ia baru saja bangun tidur, masih mengenakan singlet berwarna abu-abu dan celana pendek berwarna hitam. Rasa kantuk menyerang semenjak pulang dari bekerja. Karena tidak dapat ditoleransi ia pun tidur lebih awal, yakni pada pukul empat sore. Mungkin kalau bukan karena Mira datang kemari, Shaka masih akan tetap tenggelam dalam tidur nyenyaknya. "Kemana Resti? Belum pulang kantor?" "Nggak tahu. Mungkin sibuk," sahut Shaka acuh tak acuh. Semenjak sore tadi, ia memang tidak mendapati istrinya ada di rumah, tetapi itu bukan masalah baginya. Ia tidak peduli tentang ada atau tidaknya wani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD