MAB 44

1047 Words

Motor Arka sudah sampai di gerbang rumah Ayatha, Arka mengangguk sambil tersenyum bermaksud menyapa Mama Ayatha yang sedang menyiram bunga di teras rumah Ayatha. Ayatha turun dari motor Arka lalu menatap cowok itu. "Kenapa lo nggak bawa uang?" Arka menghela nafas, ''Lupa," "Berarti pas jam istirahat, lo nggak makan di kantin?" "Makan kok, cuma dibayarin Ryan." "Makanya, lo harus sering nepuk kepala lo, biar pikiran lo nggak ke gue aja, tapi ke dompet lo juga," ucap Ayatha seraya menepuk-nepuk kening Arka. Arka mengernyit, namun di dalam hati ia berpikir jika Ayatha sangat pede sekali mengatakan jika ia selalu memikirkan cewek itu, tapi hal itu ada benarnya juga. "Ya udah, gue masuk dulu, titip salam buat Alya sama Mama lo," ucap Ayatha seraya hendak pergi namun Arka menahannya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD