MAB 45

2308 Words

Malam menyambut ketika Ayatha dan Arka telah sampai di taman yang sudah dihiasi dengan lampu kerlap-kerlip di setiap sudut dan pepohonan. Tidak banyak orang yang berada di sana, hanya beberapa pasangan seperti mereka yang menghiasi tempat itu. Ayatha memeluk tubuhnya sendiri, entah kenapa udara saat itu mendadak dingin, padahal ia sedang mengenakan hoodie yang hangat namun tetep saja masih bisa menusuk kulitnya. Ayatha melirik Arka, cowok itu tampak tenang, tidak mengerti kode Ayatha yang tengah kedinginan. Ayatha mendengus kesal. "Arka, dingin." Arka menatap Ayatha lalu membuang tatapannya tanpa mengatakan sepatah kata dan tidak melakukan apa-apa, Arka memang tidak peka! Dinginnya udara bersamaan dengan bungkamnya mulut Arka dan cowok itu lebih banyak diam ketimbang cerewet seperti b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD