69

1076 Words

Saat aku hendak melangkah pergi, tak sengaja diri ini berpapasan dengan Mona yang kebetulan baru saja keluar dari ruang USG dan terlihat mencari sang suami. "Kau lagi, kalian di sini?" tanyanya dengan napas yang seakan ingin sesak seketika. "Ya. Aku akan pergi," ucapku sambil tersenyum miring, mengejek wanita yang terus cemburu denganku itu. "Apa yang kalian bicarakan?" "Itu, suamimu, mencoba merayuku," jawabku tertawa, sengaja kukatakan itu agar dia semakin panas hati dan geram. "A-aku tidak mengatakan itu," ujar Mas Alvin membela diri. "Oh ya? tapi istrimu mendengarnya," ujarku tergelak. "Apa maksud kalian, kenapa ada pernyataan tidak ada kesempatan kedua." "Ya, karena aku tidak akan memberikan kesempatan kedua padanya sekuat apapun dia memohon untuk mendapatkan kesempatan itu."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD