Kuhela napas sambil menggelengkan kepala, momen liburan yang harusnya aku lewati bersama anak-anak dengan penuh kegembiraan berubah jadi ketegangan dan kekhawatiran. Akan ia bawa kemana surat surat dan sertifikat yang dia ambil dari lemari, apakah dia akan menyerahkannya ke tangan mona? ataukah … dia akan menggadaikannya ke lintah darat demi mendapatkan uang belanja untuk sementara waktu? astagfirullah… Sinar bentar berwarna keemasan yang tadinya mencerahkan hatiku kini seperti panas api yang membara. Aku kesel dan rasanya tidak sabar ingin bertemu dengan Mas ALvin lalu menghajarnya sampai ia kapok dan minta ampun. Astaghfirullah Tuhan, tolong sabarkan diriku memiliki suami sepertinya “Bunda, kenapa Bunda hanya duduk saja di bawah pohon, kenapa tidak berkuda dengan kami?” “Bunda taku

