51

1123 Words

Kutemui wanita itu, wanita yang kuharap aku bisa menyumpahinya dengan segala sumpah serapah dan isi kebun binatang, tapi aku mengendalikan mulutku. Kutemui dia yang seperti biasa sedang tertidur di kamarnya pada hari sudah beranjak siang, sudah pukul sepuluh. Aku sedikit terkejut dan hanya bisa berdiri sambil menarik nafas dalam melihat betapa manjanya wanita ini dan tidak punya perasaannya dia padahal dia tinggal di rumah mertua dan hitungannya masih menumpang. Berbeda denganku dulu yang saat baru menikah, sudah bangun di jam 04.00 pagi untuk membersihkan rumah dan menyiapkan sarapan semua orang. Meskipun mertua punya asisten sejak awal, tapi aku tidak mau mengandalkan mereka dan tetap bersikap normal layaknya wanita yang bertanggung jawab dengan tugasnya. Lihatlah, sapi yang kini m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD