63

1013 Words

Berat ayunan langkah kaki ini untuk berjalan, bahkan mobil yang ku kemudikan terasa bergerak di tempatnya saja. Setelah perlakuan Mas ALvin tadi, putuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah demi membuatku tidak langsung menelan mentah-mentah kesedihan yang ada. Kubelokkan mlobilku ke jalan mawar nomor 10 di mana rumah ibuku menetap, aku berniat untuk menemui beliau dan menceritakan apa yang terjadi seraya meminta pendapat padanya. * "Assalamualaikum ...." Suaraku terdengar parau oleh diri sendiri. Kulangkahkan kaki melewati ruang tamu dan jajaran bufet yang terdapat banyak pajangan bingkai foto dan kenangan masa kecil kami. "Kenapa kau terlihat lesu sekali. Apakah ada yang merenggut hakmu?" Aku tertawa getir sambil menjatuhkan b****g keluar di atas sofa, Ibu memperhatikan wajahku d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD