Kutinggalkan ruang pendaftaran gugatan dengan perasaan sejuta rasa yang kini bergelayut di dalam d**a. Aku tidak bisa meninjau atau memikirkan kembali keputusanku sebab itu pasti sudah keputusan yang bulat. Aku tidak akan sampai sejauh ini kalau tidak yakin dengan pilihanku. (Gugatan sudah kulayangkan, kau tinggal menanggapi saja Mas. Tapi, akan lebih banyak kalau kita bercerai dengan damai.) (Aku mau saja bercerai dengan damai, tapi aku akan kehilangan segalanya,) balas Mas Alvin segera. Kebetulan dia online sehingga pesanku langsung terbaca. (Bagaimana kalau kita bagi saja dengan damai, aku akan dapatkan 60-65% karena aku punya anak sementara kau bisa mulai menata hidupmu dengan modal yang ada bersama Mona.) ( Enak saja kau lebih besar, aku sudah terlalu memanjakanmu akhir-akhir i

