"Apa maksudmu? apa kau pikir aku sapi perahan yang bisa kau permainkan. Sudah kau ambil tabungan dan aset-aset yang ada, sampai tidak menyisakan sedikitpun kecuali uang bensin dan sekarang kau ingin meminta semua gajiku? Gajiku tidak seberapa sehingga kau harus mengambilnya!" "Gaji seorang manajer ratusan juta," jawabku. Aku tahu persis apa tugas dan perannya selama ini, juga tahu berapa penghasilan yang ia dapatkan. "Ya Tuhan, gajiku tidak selalu sebanyak itu." "Aku tidak peduli," jawabku. "Lalu bagaimana dengan pengeluaranku dan kau tahu sendiri aku punya seseorang yang harus kutanggung?" "Itu masalahmu, bukan masalahku." Kutinggalkan dia begitu saja, sambil meraih tas dan melenggang pergi, suamiku bangun dan mengejar diri ini. Dia mencekal tanganku dengan tatapan berkilat. "Jadi

