"Baiklah aku akan mengikuti semua keinginanmu, akan ku turuti apapun yang jadi aturanmu asal kau bisa merawat ibu dengan baik." Mungkin sudah bosan dan tidak punya pilihan lain dia akhirnya naik ke kamar dan menemuiku yang sudah berbaring dengan cahaya temaram di lampu tidur. "Dengar ya, aku ini bukan kekasih bayaran. Aku adalah istrimu dan anggota keluarga kalian jadi perlakukan aku dengan keistimewaan itu!" "Baiklah!" "Bisa telepon Mona sekarang dan akhiri semuanya?" "Tentu." "Kau tidak keberatan?" "Tidak." "Tidak akan merasa kehilangan?" "Ada kamu." "Baiklah, ambil ponsel dan telpon dia," jawabku santai. Dengan langkah gontai pria itu meraih ponsel dari atas meja rias. Dia hubungi sebuah nomor lalu mengatakan halo. "Speaker!" Perintahku untuk mengeraskan suara panggilan. "

