28

1037 Words

Rupanya jalang itu tak menyerah, sungguh mengangetkan sekali mendapati dia berada di rumah ibu mertua bertepatan dengan kehadiranku. Kami saling bertemu dengan mobil masing masing dan berlomba ke pelataran teras dengan jalan cepat. "Apa yang kau lakukan di sini?" "Menemui calon mertua," jawabnya dengan tawa santai. "Oh ya, gak salah? Setahuku ibu mertua hanya punya anak laki-laki suamiku," jawabku. "Satu lelaki, dua perempuan, apa yang salah." "Oh, jadi, kau ingin terlibat poligami? Sayangnya hubungan kalian baru saja berakhir." "Minggirlah, aku sudah membuat janji bertemu dengan Ibu Martha," jawabnya sambil meminggirkan bahuku dari hadapannya. "Aku tidak akan membiarkanmu karena ini waktu istirahat dan aku harus mengurusnya." "Minggirlah, aku juga mengurusnya, bahkan lebih baik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD