"Jadi, kau benar-benar tidak ingin memberiku kesempatan lagi untuk memperbaiki segalanya?" tanya pria itu menatap sendu. Berharap bahwa wanita yang sedari tadi diajak bicara olehnya itu memberikan kesempatan teruntuk dirinya yang ingin memulai kembali segalanya dari nol lagi. Wanita yang sudah tidak lagi duduk dan memilih untuk berdiri sambil bersedekap itu pun lantas memejamkan kedua matanya untuk sesaat. Sekeras apapun pria itu memohon, tapi tetap saja dirinya tak bisa mentolelir setiap kesalahan yang pria itu perbuat. "Maaf, Osvaldo. Aku tidak bisa memberikan kesempatan yang kau minta. Setidaknya untuk saat ini. Mengertilah... Aku pun membutuhkan waktu untuk berpikir. Kesalahan yang kau buat bukanlah masalah sepele yang bisa kulupakan dalam hitungan detik. Tidak, Osvaldo... Kau sendir

