“Waaah kok sampek malem nyah baru nyampek rumah?" tanya bik Sum yang membukakan pintu rumah, Mei mengekor di belakang Bu Minda. "Heh biasalah biiik, delay dan delay, capek sampek kita yang nunggu ya Mei, sudah sana masuk kamar Mei, istirahat, dua bulan lagi perkuliahan dimulai, persiapkan semuanya ya sayang, seminggu sebelum perkuliahan mulai, nanti ibu antar ke Aussie lagi," ujar Bu Minda dan Mei menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Perjalanan yang melelahkan dari Australia ke Indonesia, agak lama nunggu di bandara karena delay. Mei melangkah pelan ke kamarnya. Ia kaget saat sampai di depan kamarnya karena pintunya agak terbuka sedikit. Ia dorong perlahan, Mei melihat pemandangan yang membuat dadanya nyeri seketika. Edwin tidur di kasurnya sambil memeluk jaket yang bias

