Makan malam kali ini terasa lain karena Edwin lebih sering melamun dan sesekali menatap Mei dengan pandangan sedih. "Mei, ada yang akan ibu sampaikan, teruskan makannya, kita santai aja sambil makan," ucap bu Minda pada Mei yang menghentikan makannya sesaat. "Gini, ibu ingin kamu melanjutkan sekolah, ambil magister di Australia, biar ibu tanya ke teman ibu dulu, yang bagus di mana, mekanismenya kayak apa, tesannya kapan, pokok t***k bengeknya akan ibu tanya lengkap ke teman ibu yang kebetulan anaknya sekolah di Aussie juga, mau kan Mei?" tanya Bu Minda pelan sambil tersenyum. Sejenak Mei bernapas berat, menatap wajah Edwin yang juga menatapnya, meski ia sudah mengetahui dari Edwin, namun tetap merasa kaget saat Bu Minda menyampaikan secara langsung. "Gimana Mei?" tanya Bu Mi

