CHAPTER 18 ; You don't even know him when you know him

1560 Words
CHAPTER 18 : you don’t even know him when you know him. Liburan akhir tahun memang cenderung lebih lama dibandingkan hari cuti lainnya. Namun berbeda dengan para pelajar, bagi pembisnis akhir tahun merupakan hari terseibuk mereka. Seperti saat ini Jessica yang menatap lantai ruangan Alex yang kosong. Ya, memang ini salahnya karena datang tanpa pemberitahuan. Ia memilih untuk menunggu didepan meja sekertaris agar lebih sopan walaupun ia yakin Alex tidak akan keberatan bila Jessica menunggu diruangannya tanpa izin. “Nona Soverall?” Jessica berbalik saat mendengar nama kebanggaannya disebut. “Maaf, tuan Alex sedang berada diruang rapat saat ini ia akan kembali 1 jam lagi, tapi saya bisa menyampaikan padanya bahwa anda berada disini” ucap pria dihadapannya. “Maaf jika boleh tahu anda siapa?” tanya Jessica penasaran karena wajah pria dihadapannya terasa asing. “Ah maaf kelancangan saya nona, saya Noah sekertaris Tuan Alex” “Lalu Fredric?” tanya Jessica. “Fredric untuk sementara dipindahtugaskan Nona” jawab Noah dengan sigap. Jessica mengangguk mengerti. “Kau tidak perlu memberitahunya bila aku berada disini, aku akan menunggu didalam” Noah terdiam sebentar. Bila ia tidak memberitahu bosnya perihal kedatangan Jessica bukankah pekerjaannya terancam? Tapi bila ia tidak mengikuti perintah Nona Soverall bukankah itu jauh akan lebih bermasalah? Batin Noah terus berargumen. Ini seperti menjawab pertnyaan ‘Kau lebih sayang ayah atau ibu’ ‘Ibu! Aku lebih sayang pada ibuku’ batin Noah. “Baik Nona, apakah anda butuh sesuatu selagi menunggu” jawab Noah setelah beberapa saat berpikir. ** Jessica melihat sekeliling ruangan Alex yang terlihat berbeda semenjak terakhir kali ia datang. Sudut ruangan yang tadinya hanya terisi etalase mewah dengan beberapa furniture dan buku kini berubah menjadi rak dipenuhi buku dengan single sofa putih dan terdapat selimut dan karpet bulu yang berwarna senada. Jessica duduk di single sofa tersebut. ‘Nyamannya Ia benar benar tidak merasa bahwa sudut ruangan yang satu ini adalah bagian dari kantor. Sungguh sudut Utara dan Selatan ruangan ini memberikan kesan yang sangat berbeda. “Kau terlihat nyaman” Suara bariton asing sukses membuat Jessica mengalihkan pandangannya menuju sofa yang terakhir kali ia gunakan untuk tidur beberapa hari yang lalu. “Siapa kau?” tanya Jessica dengan pandangan tajam. Lantai tempat ruangan Alex berada tentunya menjadi lantai yang paling disegani di gedung ini. Bukan sembarang orang yang bisa memasuki ruangan ini dengan sesuka hati. “Hmmm aku terkejut kau menanyakan hal itu” jawab pria dengan jaket kulih hitam tersebut. Entah kenapa Jessica memiliki prasangka yang buruk terhadap orang dihadapannya. “Apa yang kau lakukan disini?” “It’s none of your business lil’ girl” jawabnya. Jessica terdiam. Mencoba mengenali siapa pria dihadapannya ini. Entah kenapa beberapa garis wajahnya terasa tidak asing namun Jessica yakin ia tidak pernah bertemu dengannya. Setelah beberapa detik sebuah nama muncul dibenaknya. ‘Mungkinkah….’ “Darius?” “Bingo” Jessica mundur beberapa langkah. Ia tidak menyangka tebakannya tepat. Lalu apa yang dia lakukan disini? Tidak tidak. Pertanyaan yang benar adalah bagaimana dia bisa masuk?! Darius terkekeh lalu berdiri dari duduknya. “Jangan takut gadis kecil, kau bahkan tidak takut saat seorang monster selalu berada di sampingmu” ucapnya dengan seringai yang sangat menyeramkan bagi Jessica. Mungkin karena pernah mengalami kejadian buruk di kehidupan sebelumnya, saat ini Jessica dengan baik mengendalikan tubuhnya untuk tidak panik. “Aku tidak tahu apa maksudmu” jawabnya tenang. “Tentu saja kau tidak tahu, Alex adalah aktor yang baik” Jessica mendelik mendengar jawaban Darius. Ia semakin menajamkan matanya saat Darius melangkah mendekat ke arahnya. “Siapa kau sebenarnya Darius” Jessica akhirnya melontarkan pertanyaan yang selama ini selalu berputar di otaknya. “Same question here, siapa kau sebenarnya Jessica” balas Darius. Awalnya Jessica mengira Darius hanya menghindari pertanyaannya dengan mengulangi perkataan Jessica. Namun kelihatannya Darius serius melontarkan pertanyaan tersebut. Beberapa menit hening. Mereka mencoba membaca pikiran satu sama lain. “Aku bukanlah seseorang yang harus kau takuti” “Aku tidak takut padamu” jawab Jessica lugas. Darius menyeringai. “Aku tidak sabar melihat reaksimu saat kau tahu siapa Alex sebenarnya” Jessica mengerutkan dahinya. “Aku tahu siapa dia” balas Jessica. “You don’t even know him when you know him.” *** “Honey, you’re here” Jessica menoleh ke asal suara dan menemukan Alex dengan wajah terkejutnya. Jessica terkekeh lalu memeluk pria tersebut. “I miss you” bisiknya. Alex dengan senang hati merengkut tubuh mungil Jessica dan semakin merapatkan tubuh mereka. Alex tidak menjawab perkataan Jessica. Ia hanya menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Jessica dan menghirupnya dalam dalam seakan mengobati rasa rindunya. Berlebihan memang, mereka hanya tidak bertemu 1 minggu. Hubungan mereka memang jauh lebih dekat dan lebih intim setelah kencan mereka terakhir kali saat Alex mengatakan mereka akan segera bertunangan. Karena Alex merasa Jessica tidak akan segera melepas pelukannya maka dengan mudah ia mengangkat tubuh Jessica seperti koala. Jessica sendiri mengalungkan kakinya pada Alex persis seperti bocah 5 tahun. . Tanpa Alex sadari sedari tadi Jessica terus memikirkan perkataan Darius. 30 menit sebelum Alex kembali ke ruangannya Darius sudah terlebih dahulu meninggalkan gedung ini. Jessica tahu cepat atau lambat Alex akan mengetahui perihal kedatangan Darius. Namun mengenai perbincangan mereka… Jessica tidak yakin. Jessica semakin menenggelamkan wajahnya di lengkungan leher Alex yang memancarkan wangi maskulin. ‘Alex akan selalu menjadi Alex yang mencintaiku, aku mengenalnya, dia bukan monster, dia benar benar mencintaiku’ ucap Jessica pada dirinya sendiri. “Honey are you okay?” tanya Alex yang mulai khawatir saat melihat gelagat aneh dari bayi perempuannya. Jessica hanya bergumam tidak jelas sembari menggeleng di ceruk leher Alex. . Alex mengerutkan dahinya. Disatu sisi ia bersorak senang saat Jessica bersikap manja padanya. Namun disatu sisi ia merasakan sesuatu yang tidak beres. Alex tidak ingin memaksa bayi perempuannya untuk menjawab semua rasa ingin tahunya. Alhasil dia hanya bisa mengelus lembur rambut Jessica dan sesekali mengecupnya. Beberapa menit kemudian Jessica menegakan tubuhnya dipangkuan Alex seakan teringat akan sesuatu. “Aku hampir lupa” ucap Jessica seraya turun dari pangkuan Alex. Sedangkan Alex hany bisa mengamati gadis pujaannya mengambil sesuatu di meja kecil dekat perpustakaan mini di sudut ruangannya. Ah… Alex memang sengaja membuat sudut itu khusus untuk Jessica agar ia tidak bosan bila ingin mengunjungi kantornya. Karena belakangan ini Jessica suka membaca buku dan prestasinya meningkat, jadi ia memutuskan untuk membuat perpustakaan mini untuk Jessica. . Jessica kembali duduk di pangkuan Alex seakan hanya disana satu satunya tempat untuk ia duduki dan tidak menganggap sofa berukuran besar lain yang berada di ruangan Alex. Alex tersenyum lalu kembali memluk pinggang Jessica. “Kau harus menjadi orang pertama yang mencoba masakanku” ucap Jessica. Alex terkekeh, “Apa aku tidak salah dengar?” Jessica berdecak sebal. Demi tuhan mengapa tidak ada satu orang pun yang percaya bahwa ia memasak. “Diamlah dan nikmati” ucap Jessica sembari menyuapkan fettucini carbonara pada Alex. Dengan patuh Alex menerima suapan tersebut dan menyicipnya. “Enak” “Aku tahu kau akan berkata seperti itu bahkan bila aku mengambilnya dari tong sampah” Alex terbahak saat mendengar reaksi Jessica. “Tapi aku benar benar memuji masakanmu, itu benar benar enak” ucap Alex. Jessica mendelik tidak percaya lalu menyuapkan makanan tersebut kedalam mulutnya menggunakan garpu yang sama. Alex tersenyum saat menyadari hal itu. Jessica terdiam sembari menilai makanannya sendiri sedangkan Alex mengusap anak rambut Jessica yang mengganggu pemandangan wajah cantiknya. “Aku tidak bohong kan” ucap Alex tanpa menghentikan usapan tangannya. Jessica sedikit memiringkan kepalanya dengan raut wajah berpikir. “Sedikit terlalu asin dan terlalu creamy” Jessica menganggukan kepalanya. Well, itu sama sekali tidak buruk untuk masakan pertamanya. Ia kembali menyuapkan makanannya pada Alex bergantian dengannya hingga makanannya habis. Setelah minum ia meletakan kota bekal tersebut di meja lalu kembali memeluk Alex. “Aku kekenyangan” ucapnya. Alex terkekeh seraya mengelus sayang rambut bayi perempuannya. Ia tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Dengan sigap Alex mengangkat tubuh Jessica menuju sebuah pintu disebelah rak buku. Pintu itu terbuka saat Alex menekan jarinya pada gagang pintu. Jessica dapat melihat satu kamar tidur luas bergaya modern classic disana. Jessica terkejut namun tetap pada posisinya. Sungguh ia mengantuk. Dengan lembut Alex membaringkan tubuh Jessica. Setelah ia melepas jasnya, ia bergabung di kasur bersama Jessica dan meraih gadis itu ke dalam pelukannya. Tanpa perlawanan Jessica menenggelamkan kepalanya pada d**a bidang Alex. “Apa ruangan ini sejak dulu sudah ada?” tanya Jessica tanpa membuka kedua matanya. “Tidak, aku baru merubahnya” jawab Alex yang masih mengelus kepala Jessica agar gadis itu tidur dengan nyaman. “Mengapa?” tanya Jessica dengan lemas. Alex terkekeh. Gadisnya ini sudah sangat mengantuk tapi tidak bisa menahan rasa penasarannya. “Untukmu, agar kau tidak tertidur di sofa lagi” jawab Alex. “Dan buku buku itu?” tanya Jessica setengah berbisik. “Semuanya untukmu, sekarang tidurlah” jawab Alex sembari mengecup lembut kepala Jessica. Jessicapun terbang ke alam mimpi dengan senyuman di wajahnya. *** TBC =============== SWEETENER (E!nfotainment News) ZxR Record Label baru baru ini membuat heboh masyarakat lewat website resminya! Dengan misterius mereka menambahkan satu anggota tanpa menjelaskan deskripsi apapun. Seperti yang kita ketahui, ZxR Record Label tidak pernah gagal dalam memilih artisnya namun mereka terkenal sangat pemilih. ZxR Record Label bahkan dengan tegas menolak Adriana Stefani yang notebane-nya merupakan saudari kembar dari Ardiana Stefano-pemilik dari Capitol Entertainment beberapa tahun lalu. Siapakah sosok misterius ini? Akankah dia melanjutkan rekam jejak para seniornya? Atau inikah saatnya ZxR label berada dibawah? ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD