CHAPTER 5 ; Behind that cold eyes

1257 Words
CHAPTER 5 : Behind that cold eyes Beberapa menit yang lalu tepat saat pesta selesai diselenggarakan, Alex mengajaknya menuju ruangan berkumpul. Ruangan yang biasanya hanya digunakan saat keluarga besar Soverall mengunjungi rumahnya dan ruangan ini digunakan untuk tempat berkumpul para generasi muda. Karena itu ruangannya lebih ramah dan tidak terlalu banyak furnitur formal. Alex menuntun Jessica untuk duduk disalah satu sofa panjang. Tanpa perlawanan Jessica mengikuti Alex meskipun benaknya bertanya tanya apa yang akan dilakukan pria tampan ini. Jessica melebarkan bola matanya saat melihat Alex tiba-tiba saja berlutut dihadapannya sembari mengambil kaki kanan Jessica yang terbalut heels. “Alex apa yang kau lakukan?!” Pekik Jessica yang kini berusaha menarik kakinya. Sedangkan Alex yang sama sekali tidak menggubris perkataan Jessica, kini tengah membuka heels gadis itu.  “Kau terluka” Tukas Alex diselingi sedikit geraman. Percayalah, lelaki itu sedang menahan amarahnya. Dalam benaknya ia memikirkan ribuan cara untuk menghancurkan orang orang yang telah melukai Jessica. Jessica yang dari awal merasa dirinya baik-baik sajapun terkejut saat melihat beberapa luka lecet di kaki mulusnya. ‘Bagaimana Alex mengetahuinya?’ Batin Jessica bertanya tanya. Melihat Alex masih menahan amarahnya, Jessica dengan cepat mengambil tangan kanannya. “Hei aku baik-baik saja, jangan khawatir, ini hanya luka kecil” Ucap Jessica sembari mengelus punggung tangan Alex. Jujur, saat ini Jessica terharu melihat kekhawatiran Alex. Alex sedikit tertegun saat melihat senyuman tercantik yang pernah ia lihat, sungguh gadis dihadapannya ini sangat tahu bagaimana cara membuatnya semakin gila. “Jess” Panggil Alex dengan suara lembutnya. “Ya?” Alex terdiam sembari menatap kedua mata cokelat Jessica dengan intens. “Mengapa tiba-tiba kau berubah?” Tanya Alex sedikit ragu, ia takut menyinggung perasaan gadis tersebut.  Jessica menyunggingkan senyumnya. Lelaki di hadapannya ini bertanya dengan wajah datarnya, padahal Jessica sangat mengetahui kegusaran dibalik mata tersebut. “Apa kau tidak menyukainya?” Alex sedikit tersentak, sungguh ia takut Jessica kembali membencinya. “Tidak, aku menyukainya. Aku hanya….“ Jessica menatap Alex yang masih berlutut dihadapannya. Sungguh ia ingin mencium bibir seksi itu. ‘Ok berhenti sekarang kau otak m***m!’ “Entahlah, akhir-akhir ini aku merubah banyak hal, pikiran dan hati…. Banyak yang berubah” Jawab Jessica. Jujur saat ini ia bingung bagaimana menjelaskannya pada Alex. Tidak mungkin Jessica mengatakan yang sebenarnya. Alex tidak bisa menyembunyikan senyum dan raut bahagianya saat mendengar perkataan ‘hati’. Sungguh ia berharap hati itu merubah arah kepadanya. “Mungkin setelah aku tergelincir dari tangga, akal sehatku kembali” lanjut Jessica dengan candaannya. “Apa?” Desis Alex. Dengan cepat raut bahagia Alex tergantikan dengan tatapan setajam elang. “Kau tergelincir? Apa kau terluka? Haruskah aku mamnggil dokter?” Jessica terkekeh. “Itu sudah satu minggu yang lalu, aku baik baik saja sekarang” ucapnya menenangkan Alex. “Lagipula bukankah itu bagus? Aku sudah kembali waras sekarang” Alex menghembuskan nafasnya untuk meredakan rasa khawatirnya. “Jessica, berhati hatilah, jangan membuat orang disekitarmu khawatir” Pinta Alex. “Apa kau khawatir?” tanya Jessica. Gadis itu jelas sudah mengetahui jawabannya. Tanpa ragu Alex menganggukan kepalanya, sesuai ekspetasi Jessica. Gadis itu menerbitkan cengirannya. “Baiklah aku akan berhati hati” ucap Jessica yang membuat Alex terkekeh. Sungguh Jessica sangat menggemaskan. Tok…tok…tok… Atensi kedua orang yang sedang kasmaran tersebut teralihkan ke arah pintu yang sedari awal memang terbuka. Terlihat Jason diikuti Fredcric dibelakangnya. Sungguh, mereka sangat terkejut melihat pemandangan dihadapan mereka saat ini. Alex yang berlutut dan senyumnya….. Begitupun Jessica yang tersenyum begitu polosnya…. Apa kiamat sudah dekat?!! Mengapa dua orang ini tersenyum satu sama lain?!! “Ada apa?” Tanya Alex datar. Ia benci seseorang yang menginterupsi waktunya dengan Jessica. Sedangkan Jessica hanya mempertahankan senyumnya dan terbangun dari duduknya, mengikuti Alex yang masih menggenggam tangannya. “Maaf tuan, saya ingin mengingatkan anda, jadwal penerbangan anda pukul 12.00” Jadwal penerbangan? Jessica menoleh dan menatap Alex yang sepertinya baru teringat akan sesuatu. “Kau akan pergi?” tanya Jessica. Alex menghembuskan nafasnya dan mengangguk. Jessica sedikit tertegun. Seharusnya ia tahu Alex bukanlah seseorang yang bisa ia temui dengan mudah, namun tetap saja ia kecewa. “Safe flight then” ucapnya dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Alex mengangguk lalu mengelus puncak kepalanya. “I’ll be back soon” Jessica mengangguk bak anak anjing. “I hope you like the gift” Ucap Alex lagi. Jessica mengerinyit, “Gift? Bukankah ini hadiahmu?” tanya Jessica sembari menunjukan gaunnya. Alex menggeleng pelan, “No, I just want to give you that dress, it’s not your birthday gift” “Kau terlalu berlebihan” Ucap Jessica beserta cengirannya. “Gosh, did I miss something?” Ujar Jason yang baru tersadar dari keterdiamannya. Melihat cengiran malu-malu adiknya itu membuatnya tidak tahan. “Kau harus bergegas sebelum semakin larut” Ucap Jessica tanpa menghiraukan Jason. Alex mengangguk lalu berlalu dari hadapan kedua kakak beradik tersebut. Setelah kepergian Alex, tanpa menunggu lebih lama lagi Jessica bergegas menuju kamarnya sebelum seseorang menerornya dengan berbagai macam pertanyaan. “Hei! Mau pergi kemana kau?! Jawab pertanyaanku!” Teriak Jason sebelum terjadi aksi kejar-kejaran antara kakak beradik itu. *** Alex menyandarkan tubuh tegapnya pada jok mobil belakangnya. Pikirannya terus berkelana pada gadis yang sudah bertahta di hatinya selama bertahun tahun. Apa gerangan yang merubahnya. Alex sungguh dilanda kebingungan. Lelaki itu bimbang dengan perubahan Jessica, entah apa yang gadis itu rencanakan. Namun Alex tetap tidak mampu menampik rasa bahagia dihatinya. Ya, katakanlah ia bodoh untuk persoalan cinta. “Saya rasa hubungan anda dengan nona Soverall semakin baik” Ucap Fredric saat melihat mood tuannya yang kelewat baik. Alex hanya mendeham. Dan bagi Fredric itu merupakan definisi dari mood baik tuannya. “Fredric” Panggil Alex dengan suara dinginnya. Dengan cepat Fredric merubah pikirannya. Sesaat yang lalu bossnya itu memiliki suasana hati yang baik mengapa sekarang ia memancarkan aura mencekam seperti ini?! “Ya tuan?” “Jessica tergelincir dari tangga minggu lalu” Ucap Alex, pria itu menggantungkan ucapannya dan itu sukses membuat suasana semakin menyeramkan. “Mengapa aku tidak mendengar berita apapun? Apa mungkin kau tidak ingin bekerja lagi? Kau lalai Fredric” Ini adalah mungkin merupakan salah satu kalimat terpanjang sang tuan namun hal tersebut bagaikan ultimatum perang bagi Fredric. Dengan sekuat tenaga Fredric mempertahankan fokus menyetirnya. “Maaf tuan, kesibukan perusahaan minggu lalu-“ “Apa sekarang kau ingin beralasan?” Potong Alex. Belum sempat Fredric menjawab pertanyaan tersebut, Alex sudah lebih dulu mengeluarkan suara mematikannya. “Sudah berapa lama kau bekerja untukku?” tanya Alex dengan suara rendahnya. “5 tahun tuan” Ucap Fredric yang bersusah payah menekan kegugupannya. Dalam hati ia terus merutuki dirinya sendiri karena lupa menyampaikan berita sepenting itu pada tuannya. “Kau tahu aku tidak menolerir kesalahan seperti ini?” Ya, Fredric tahu Alex tidak akan menolerir kesalahan yang bersangkutan dengan Jessica. Fredric menelan ludahnya dengan kasar, “Maaf-“ “Selidiki tentang seseorang bernama Gina dan Dylan” titah Alex. Tepat setelah ucapan tersebut, mobil berhenti di bandara. Dengan sigap Fredric mematuhi perintah Alex. “Setelah itu kau akan menggantikan Noah” Detik berikutnya Fredric seakan terjun bebas dari ketinggian 1000 kaki. Sekedar informasi, Alex memiliki 2 asisten pribadi. Fredric dan Noah. Beberapa bulan lalu pria bernama Noah itu melakukan kesalahan yang membuat Alex geram hingga mengirimnya ke salah satu cabang perusahaan diluar negri. Bukan masalah bagi Fredric bila harus dikirm ke salah satu cabang perusahaan. Hanya saja… Negara yang kini ia tuju merupakan negara yang sedang mengalami banyak konflik internal yang mengakibatkan pemberontakan rakyat dan terjadi rusuh. Keadaan disana sedang sangat tidak baik. Bahkan tidak sedikit memakan korban jiwa. Meskipun tentu saja perusahaan melindunginya namun tetap saja, Umur tidak ada yang tahu bukan…..(?) *** TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD