CHAPTER 16 ; Us

1103 Words
CHAPTER 16 : Us Jessica menatap pantulan dirinya di cermin. Ia tersenyum puas saat melihat kecantikannya. Dengan halter dress di atas lutut berwarna soft blue, dia terlihat sangat cantik dan anggun. ‘Apakah aku terlihat terlalu muda bila berpenampilan seperti ini?’ pikir Jessica. Karena gadis itu tidak ingin diremehkan saat bersanding dengan Alex. Ia tidak ingin ada orang lain yang meremehkannya karena menganggap dirinya hanya anak kemarin sore dan tidak pantas bersanding dengan Alex. Cih. Tok tok tok “Jess apa yang kau lakukan didalam? Alex sudah menunggumu” ucap Jason dari luar pintu. Cklek… “Bagaimana penampilanku?” tanya Jessica. “hmmm” jawab Jason sambil mengangguk. Jessica memutar bola matanya saat melihat reaksi singkat Jason. ** “Maaf kau sudah menunggu lama?” Alex tersenyum lembut lalu menggeleng. Baginya 1 jam menunggu Jessica tidaklah lama. Jessica membalas senyumannya dengan lembut. “Ingin berangkat sekarang?” tanya Alex. Jessica tersenyum lalu mengaitkan lengannya pada Alex. Sesampainya di mobil, Noah dengan sigap menjalankan mobilnya setelah diperintah. “Kita akan kemana?” tanya Jessica karena sedari awal Alex tidak memberi tahu akan membawa Jessica kemana. “Kau akan tahu” jawab Alex lembut meskipun penuh kemisteriusan. Jessica memicingkan matanya, “Hmmm baiklah tuan misterius” ucapnya. Alex terkekeh lalu mengambil sebelah tangan Jessica dan menciumnya. Sungguh apapun yang dilakukan Jessica selalu berhasil membuat Alex gemas. Jessica sedikit mendekatkan tubuhnya pada Alex lalu menyandarkan kepalanya pada Pundak gagah Alex. “Kau benar benar tidak keberatan denganku yang masuk dunia hiburan kan?” tanya Jessica memastikan. Alex mengelus sayang kepala Jessica, “Tentu saja, tidak ada salahnya” jawab Alex. Jujur saja Alex tidak 100% menyetujuinya namun ia tidak bisa merampas mimpi Jessica begitu saja. Ia tahu bagaimana Jessica mencintai musik semenjak ia kecil. ** “Kau menyukai makanannya?” tanya Alex sembari membersihkan noda makanan diujung bibir Jessica tanpa rasa jijik sedikitpun. Jessica mengangguk dengan cepat seperti anak anjing. “This is the best chocolate brownie i ever tasted” ucap Jessica sembari menunjuk cokelat brownie yang diguyur dengan saus cokelat dan parutan cokelat. Jika kalian akan berpikir rasanya akan memuakan manis kalian salah. Rasanya terasa sangat pas. Entah apa yang membuatnya begitu namun Jessica benar benar menyukainya. Alex tersenyum saat melihat Jessica bersemangat membahas kue tersebut. Alex tahu betul bahwa bayi perempuannya ini sangat menyukai cokelat. Setelah menyelesaikan makanan mereka, Alex pun membawa Jessica menuju salah satu tempat yang biasa dipenuhi dengan pengunjung untuk bermain ski, namun kali ini terlihat kosong. Jessica mengerinyit dan menatap Alex penuh selidik. “kau menyewa seluruh tempat ini seperti yang kau lakukan pada restoran sebelumnya?” tebak Jessica yang tepat sasaran. Alex dengan wajah dinginnya mandadak salah tingkah. “Kau menyukai salju jadi aku mengajakmu kesini” jawab Alex jujur. Jessica menganggukan kepalanya dan terkekeh kecil melihat tingkah Alex. Dia memang sangat menyukai salju, entah kenapa. “Jess” Alex sedikit mengambil nafas sebelum melanjutkan perkataannya. “Aku telah membicarakan hal ini dengan keluargamu…” ucap Alex menggantung. “Membicarakan apa?” tanya Jessica bingung saat Alex tidak melanjutkan kata katanya. “About us” jawab pria itu dengan suara pelan. Jessica memiringkan kepalanya, “Lalu?” tanya Jessica yang masih belum memahami kearah mana pembicaraan mereka. “Kita akan bertunangan” lanjut Alex. . Sungguh Alex tidak bisa memberi Jessica kesempatan untuk lari lagi. Tidak akan pernah. Jadi daripada ia menanyakan Jessica untuk bersedia bertunangannya atau tidak lebih baik ia mengatakannya tanpa bertanya. “Kita akan bertunangan” Namun diluar dugaannya, Jessica justru mengangguk dengan santai, “kapan?” tanya gadis itu tanpa beban.  Alex memandang gadis cantik dihadapannya dengan wajah tak percaya. “Kau tidak masalah dengan semua ini?” Jessica menggeleng, “Tentu saja tidak, apa kau keberatan?” tanya Jessica. Dengan cepat Alex menggeleng. Keberatan? Persetanan dengan itu, bahkan ia berusaha setengah mati untuk mencapai titik ini! “Baiklah kalau begitu tidak ada masalah” lanjut Jessica. “I love you” ucap Alex tiba tiba membuat Jessica terkejut bukan main. . Detak jantung Jessica seketika menggila saat mendengar hal tersebut. Ini adalah kedua kalinya Jessica mendengar hal tersebut keluar dari mulut Alex. Tepat sebelum Jessica menghembuskan nafas terakhirnya dulu, Alex mengucapkannya dengan wajah dipenuhi air mata. Mengingat bagaimana ia sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk membalasnya membuat hatinya nyeri. Dengan air mata yang mulai menetes ia memeluk pria dihadapannya. “Aku juga sangat mencintaimu Alexander” *** Hari minggu ini ia memutuskan untuk mengunjungi gedung agensinya untuk sekedar berlatih. Meski sedikit canggung dengan trainee lainnya, namun ia beradaptasi dengan baik. Dibandingkan trainee di tempat lain, Capitol memiliki jauh lebih sedikit trainee. Hanya 20 trainee yang saat ini berada di agensi tersebut dan itu sudah termasuk laki laki dan perempuan. Alasannya adalah karena mereka tidak ingin menghabiskan dana dan energi untuk hal tidak berguna. Sebelumnya beberapa trainee mengajaknya ke kantin untuk memesan beberapa makanan namun ia lebih memilih untuk menolak dan menuju ruang musik seorang diri. Ia memiliki perut yang sangat pemilih dengan makanan jadi pelayan di rumahnya sudah menyiapkan bekal untuk dirinya. Karena ia belum merasa lapar jadi ia mengunjungi tempat yang ia puja puja ini. Saat melihat alat musik favoritnya, ia dengan semangat menghampiri alat musik berwarna hitam tersebut. Dengan lembut Jessica menekan tutsnya sehingga membuat nada yang memanjakan telinganya. Dengan lihai ia memainkan lagu yang pernah ia ciptakan di kehidupan sebelumnya. (*DISCLAIMER This lyrics is not original It’s an Ost from Beauty inside (Korean drama) Original Singer ; Wendy Song ; Goodbye (English translated)) . When I close my eyes it becomes clearer Because it can’t be explained with words I’m walking alone on ice Just in case I accidentally hurt you again   Ia sedikit terbawa suasana saat mengingat bagaimana penyesalannya saat menyakiti Alex dan sangat takut untuk kembali menyakitinya. Dengan emosi yang mengelilinginya, Jessica menyanyikan bagian utama lagu tersebut berharap Alex mendengar semua isi hatinya. I’m right here, Don’t you recognize me? I miss you so much, I’ve been waiting for a long time Now, I can’t reach you And I’m just standing there blanked out And finally.. Goodbye. Sungguh dahulu, lirik itu sangat menjelaskan keadaan Jessica yang hanya mampu memandang Alex dari kejauhan tanpa kesempatan untuk menggenggamnya lagi. Bila dibandingkan dengan lagu mellow lain, mungkin lagu Jessica tidak sepenuhnya menunjukan kesedihan terdalam seseorang. Ia menggabungkan lirik penuh arti dan puitis dipadukan dengan vokalnya yang banyak mengeluarkan emosi. Karena Jessica tidak ingin menunjukan kesedihan yang prianya sangat benci. Namun saat melodi itu berpadu dengan suara lembut Jessica mereka akan mengerti makna lagu tersebut. Penyesalan. Dibandingkan melodinya. Suara Jessica sangatlah menjelaskan penyesalan terdalamnya. Jessica terus melanjutkan nyanyiannya hingga akhir tanpa menyadari sepasang mata yang memandangnya takjub. *** TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD