Pangeran Eadric melangkahkan kakinya saat ini dengan merapihkan jaket mantel di tubuhnya. Dirinya berjalan dengan Kenneth yang memegang tas gendong milik Pangeran Eadric. Beberapa anak-anak perempuan menatap Pangeran Eadric begitu antusias, sayangnya Pangeran Eadric sangat pendiam bahkan acuh. "Apa kau ingin makan di kantin bersamaku paman?" Tanya Pangeran Eadric dengan wajahnya yang ketus. Bagi Kenneth ia sangat baru mengenal Pangeran Eadric, ini sangat berbeda dengan Ethelyn. Pangeran Eadric hampir tidak pernah bercengkrama dengan orang-orang sekitar. Dirinya lebih memikirkan penilaian jika berada dekat dengannya. Dari ruang seni ia dan Pangeran Eadric berjalan menuju kantin para bangsawan, bahkan kantinpun terpisah dengan kelas bangsawan. Ada kelas Earl, Baron, Duke, Marques dll.

