Part Seventeen

1571 Words

Sena membuka matanya perlahan dan tak menemukan siapapun didalam kamarnya. Hanya dia sendiri. Arsen sudah memulai perjalanan bisnisnya untuk beberapa bulan ke depan. Ini sudah minggu kedua Arsen berada di Luar Negeri. Sungguh, sejujurnya Sena sedikit keberatan. Tetapi, Ia tidak boleh egois. Yang membutuhkan Arsen bukan hanya dirinya. Melainkan ribuan karyawan yang menggantungkan isi perut dan kebutuhan mereka kepada Arsen. Wanita tersebut melirik jam yang berdiri manis di nakas tepat disamping ranjangnya. Pukul 02.57am. Selalu begini. Semenjak Arsen tak berada disampingnya saat tidur, Ia akan terbangun pada dini hari begini. Kemudian akan berjalan menuju dapur dan mengambil biskuit asin dari dalam lemari serta membuat secangkir coklat pekat yang rasanya sedikit pahit. Sena tak pernah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD