Sena tertawa geli melihat Farah yang sangat antusias dengan barang-barang bayi yang akan mereka beli. Kini ditangan wanita tersebut sudah ada dua pasang baju dengan warna yang berbeda. Satunya berwarna biru dan satunya yang lain berwarna abu-abu. "Anak kamu perempuan atau laki-laki?" Farah selalu menanyakan pertanyaan tersebut berulang kali dan cukup membuat Sena bosan sebenarnya. "Ketika aku memeriksanya, dokter mengatakan bahwa anakku berjenis kelamin laki-laki. Tapi, aku tidak mau mempercayainya seratus persen." Perhatian ibu hamil tersebut kini terbagi pada baju tidur lucu dengan gambar kelinci. "Kenapa kamu tidak mau mempercayainya seratus persen?" Farah bertanya sambil menatap Sena menanti wanita tersebut menjawab. "Kuasa Tuhan siapa yang tahu. Kita kan tidak pernah tahu apa yang

