Part Thirteen

2685 Words

Tiga Bulan Kemudian Malam sudah semakin larut. Bahkan sudah masuk tengah malam. Tapi Sena sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Bayinya terus menerus menendang perutnya. Padahal Sena sudah lelah dan mengantuk. Berulang kali dia mengusap-ngusap perutnya itu agar bayinya berhenti menendang. "Ayo, Sayang.. Jangan tendang perut Mama. Kita harus tidur. Bungie harus istirahat. Bungie rindu Papa, ya? Mama juga." Sena menitihkan air matanya. Mengingat Arsen akan selalu membuatnya sedih dan menangis. Kini kandungannya sudah berumur tujuh bulan. Karena belum menyiapkan nama. Maka Sena memanggil bayi yang ada dikandungannya dengan sebutan Bungie. Dia merasa nyaman memanggil bayi yang ada dikandungannya dengan sebutan Bungie. Terkadang ada rasa iri yang menyelimutinya ketika dia melihat wani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD