Arsen mengacak rambutnya frustasi. Ini bulan kedua Sena pergi. Apartemennya menjadi sepi, tak ada lagi wanita yang dipeluknya atau membalas memeluknya. Tak ada lagi wanita yang memasakan sarapan dan makan malamnya. Tidak ada lagi wanita yang membersihkan apartemennya. Dia benar-benar merindukan wanita itu. Merindukan aroma khas tubuh Sena, merindukan bibir manis dan kenyal milik Sena, merindukan erangan dan desahan milik Sena yang terdengar seperti alunan musik erotis yang membuat bagian bawahnya menegak sempurna. Semua terbengkalai, semuanya berantakan, dan semuanya tak teratur. Kerjaannya tidak ada yang beres. Dimalam hari dia akan pergi ke CLUB, menghabiskan uangnya untuk membeli minuman yang membuatnya tak sadarkan diri dan menyewa para wanita penghibur untuk dijadikan temannya bermai

