“Makanlaaah.” Ucap Harist dengan sekantong plastic kresek lagi, entah sudah berapa kali laki-laki itu memesan gofood, dan Aara benar-benar sudah kenyang. “Aku sudah kenyang. Berikan itu ke ibu atau mbak aja.” Aara sudah engap melihat ayam geprek didepannya. Sebenarnya ayam geprek termasuk makanan favoritnya, tapi karena perutnya sudah kenyang rasanya tidak selera. “Ibu sama mbak sudah kebagian juga, ini bagianmu.” Ucap Harist sembari mendorong makanan itu supaya segera dimakan oleh Aara. Sepertinya laki-laki itu sedang mengerjainya. Dia pasti tidak terima karena Aara cuti tanpa sepengetahuannya. Dan dengan terpaksa, Aara harus memakan ayam geprek itu dengan perut yang sudah begah. Sedangkan Harist kembali focus dengan laptopnya, beberapa panggilan masuk dari beberapa orang yang punya k

