Aara memasuki ruang kerja, dan langsung dihadiahi pertanyaan dari teman-temannya, mereka khawatir dengan kondisi Aara karena ijin cuti. “Oh ya, Raa.. bisa ikut saya?” ucap Okta setelah bertanya kondisi Aara. Wanita itu membawa seberkas file ditangannya. Ada apa ini? Aara jadi khawatir sendiri. “Bisa bu.” Dia pun langsung beranjak mengikuti langkah Okta menuju ruang meeting. Sesampainya di ruang meeting, Okta menatap Aara dengan penuh pertanyaan. “Ada apa ya, Bu?” tanya Aara karena sejak mereka sampai di ruang tersebut, Okta belum juga membuka pembicaraan. “Kita tunggu Pak Harist datang dulu ya, lima menit lagi.” Ucap Okta yang seketika membuat Aara jadi ketar-ketir. Apa seperti permintaannya kemarin, ketika Aara hendak mengajukan resign. Apa karena ingin membebaskan Aara maka laki-l

