Persimpangan Jalan (23)

1358 Words

Hati Aara yang tadinya ingin mencelos, sekarang lebih tenang. Ternyata undangan itu dari Alvyan, laki-laki yang selalu dikatakan seperti buaya oleh Harist, nyatanya berani mengikat seseorang untuk menjadi satu-satunya dalam hidup. “Undangan pertunangan kakak perempuannya, kita semua diundang ke rumahnya Raa.” Ucap ibunya dengan antusias. “Dua hari lagi, kita belum persiapan apa-apa.” Aara berpikir kedepan. Mengkawatirkan sikapnya dengan keluarga ketika menghadiri pesta di rumah mewah milik Harist. “Bu, yakin kita dateng kesana? Rumahnya gede banget loh.” “Teruuuus? Kamu kira ibu ini norak liat rumah gedong gitu ha?” ibunya mencibir Aara. “Bukaaan, bukan gitu. Kita belum punya baju yang cocok untuk ke pesta kan? Kita juga nggak tau kostum seperti apa untuk datang kesana. Lebih baik kit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD