Persimpangan Jalan (42)

1600 Words

"Tapi Pak, kita cari Bu Aara dimana?" Tanya anak buahnya yang antara bingung dan takut karena Harist begitu emosi. "Saya tidak mau tau, cepat temukan dia!" Dan benar saja, sifat Harist yang keras kepala dan arogan itu kembali muncul. Dia menginginkan apa yang diperintahkannya bisa terlaksana dengan baik. Sebagai tangan kanan Harist selama bertahun-tahun, pria itu sudah sangat hafal dan memilih cari cara daripada meminta pertimbangan Harist. Aku akan menemukanmu, sampai saatnya nanti kamu sendiri yang menyuruhku berhenti. Sungguh, aku benar-benar tidak pernah sejatuh ini. *** AARA POV "Mau pesan apa?" Tanya Devan sembari menyodorkan menu makanan. Aku tiba-tiba jadi ingat outlet nasi empok bersama Harist. Apa kabarnya ya? Apa Harist bisa mengelolanya sendiri? Apa laki-laki itu punya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD