Persimpangan Jalan (43)

973 Words

Aara bersama Livy sedang berada disebuah cafe, setelah pulang dari tempat kerja baru mereka. Ternyata di Klaten; Devan juga membangun cabang perusahaannya, bahkan lebih besar dari yang di Yogyakarta. Jadi, Devan tidak kalah hebatnya dengan Harist ya. "Gimana hari ini? Menyenangkan?" Tanya Livy melihat Aara yang kelelahan. "Setelah berpindah-pindah tempat, aku sadar kalo susah dalam membaur dan berteman." Jawab Aara mengingat dirinya sulit menyesuaikan keadaan barunya. "Bukan kamu aja, aku juga kayak gitu kook. Tapi yaa, gimana lagi. Kita harus ikut dengan Pak Devan." Ucap Livy. "Mmm Vy, boleh tanya?" "Boleeeh, apa Ra?" "Kenapa waktu itu tiba-tiba Devan ngajak kita pindah?" Tanya Aara setelah cukup lama memendam rasa penasarannya. Livy terdiam. Dia sendiri tidak tau betul alasannya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD