Persimpangan Jalan (35)

1625 Words

AARA POV Menyakitkan rasanya melihat seorang perempuan menangis karena kesalahanku, memohon agar aku mengembalikan kebahagiaannya. Sungguh, bukan ini yang aku mau. “Aku minta tolong, biarkan aku berbahagia dengan Harist. Hanya itu.” Ucap Naomi memohon padaku. Sedangkan harusnya itu sudah menjadi haknya sebagai kekasih. Apa salahku, Tuhan? Kenapa aku selalu berada dalam posisi seperti ini. Meskipun aku mencintai Harist, tapi aku tidak ingin sama sekali merebutnya dari Naomi. “Pergilah ke suatu tempat, yang Harist tidak tau keberadaanmu. Aku sangat yakin, Harist akan kembali mencintaiku seutuhnya. Aku mohon.” Naomi menggenggam tanganku, dan lagi-lagi memohon. “Aku mohon Ra.” Naomi mengulangi lagi ucapannya. Aku mengangguk, harusnya tanpa diminta oleh Naomi, aku sudah melakukan itu, aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD