Persimpangan Jalan (36)

1393 Words

AUTHOR POV Aara membuka matanya, dan menemukan Harist sedang menatapnya dalam. Sembari masih berpelukan, keduanya juga saling bertatap-tatapan. “Kenapa matamu sembab?” tanya Harist lirih. Ah. Aara lupa, dia langsung memperbaiki sikapnya, segera diambilnya kacamata yang berada diatas meja dan memakainya. “Ini bintitan.” Jawab Aara masih berusaha menutupi mata sembabnya. “Aku bisa membedakan mana yang bintitan dan mana mata yang sembab karna habis nangis.” Ucap Harist, dia menarik tangan Aara dan memastikan lagi apa yang dilihatnya, dengan menatap perempuan itu dalam-dalam. Sedangkan Aara berusaha mengalihkan pandangannya, dia terus menghindar. “Kenapa? Ada apa?” tanya Harist yang sangat yakin telah terjadi sesuatu dengan Aara. Perempuan itu menggeleng, “Bukan hal yang serius. Percay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD