Persimpangan Jalan (31)

1964 Words

Aara mencampur nasi empok dan nasi putih, lalu menambahkan sayur lodeh, urap, dadar jagung dan ikan asin. Acara memasaknya selesai sesuai dengan resep dan tutorial dari ibunya. Setelah itu, Aara membawa sepiring nasi empok beserta lauk pauknya menuju ruang tamu, dimana sudah ada Harist yang menunggunya sembari mencari konsep penjualan. “Taraaaaaa… Nasi empoknya datang.” Aara meletakkannya diatas meja. “Waaaah, enak nih kayaknya.” Ucap Harist dengan mata yang berbinar-binar. “Jangan berlebihan deh.” Ucap Aara sembari duduk disamping laki-laki itu. “Yang objektif, kalo ada yang kurang bilang.” “Iya iya, bentar aku cobain dulu.” Harist memulainya dengan satu suapan, seolah chef Arnold, laki-laki itu berhenti mengunyah sembari merasakan apa yang ada didalam mulutnya. “Ini sempurna sih.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD