Persimpangan Jalan (39)

1694 Words

"Aara ingin menenangkan diri, dan sebaiknya Nak Harist melupakan Aara." Ucap Adibah. Seperti petir yang menyambar permukaan hatinya, Harist merasakan dadanya begitu nyeri. Apa yang telah terjadi? Kenapa perempuan itu tiba-tiba pergi tanpa sepengetahuannya. "Tidak, Bu. Ada apa sebenarnya? Ada apa dengan Aara." Tanyanya masih bersikeras, pandangannya beralih ke Sarah, berharap perempuan itu memberikan penjelasan atas apa yang terjadi. Tapi keduanya hanya diam dan seolah terbungkam, mereka hanya memandang Harist dengan tatapan nanar. "Aara ada didalam kan, Bu?" Harist masih tetap mencari Aara. Hanya perempuan itu yang tau alasan dari semua ini. Wanita itu menggeleng, "Aara sudah pergi. Dan sekali lagi, ibu harap Nak Harist melupakan Aara. Maafkan keluarga kami kalo pernah melakukan kesa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD