Dimanfaatkan

1047 Words

Beberapa bulan berlalu Kirana dan Anka semakin dekat, Anka selalu ada di saat Kirana membutuhkan bantuan sehingga Kirana semakin bergantung kepada Anka. Tak jarang ia selalu mengingatkan agar Kirana berhati-hati dan bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk. Kirana paham betul kekhawatiran sang ayah namun ia tidak bisa melakukan apapun karena perasaannya menganggap Anka semakin baik dan Anka bukan lagi orang jahat seperti dulu. Kirana sudah bersiap pergi ke kantor namun mobilnya ada kerusakan, jadi ia akan naik taksi. “Nak, kamu sudah mau berangkat kerja?” tanya Narendra yang baru turun dari lantai atas bersama sang ibu. “Iya, Dad,” jawab Kirana. “Jadi kamu mau pakai apa, Nak? Bukannya mobilmu mogok?” tanya Syafana. “Kiran akan naik taksi, Mom,” jawab Kirana. “Kamu sudah sara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD