Kirana cuti selama dua hari, karena sudah dua hari ini juga ia lembur dan menginap di rumah sakit, karena jadwalnya yang padat, ia seperti menerima sebuah hukuman dari Hanan. Kirana melangkah memasuki rumahnya dengan langkah yang tertatih-tatih, kakinya sakit sekali, karena operasinya benar-benar padat, ia harus berdiri untuk menjaga keseimbangan. Berjam-jam. Kirana melangkah menaiki tangga, Ksatria melihat adiknya yang berjalan seperti orang kelelahan. Ksatria menghampiri adiknya. “Ada apa, Dek?” “Kak, jangan menanyakan apa pun dulu, Kiran lagi malas menjawabnya,” kata Kirana menggeleng. Ksatria yang tak tega melihat adiknya menaiki tangga dengan lelah, Ksatria lalu berjongkok dihadapan adiknya. “Naiklah.” “Udah, Kak, jangan ganggu Kiran.” Kirana menggeleng. “Kalau aku bilang naik

