tok tok tok (,,Paidi mengetuk pintu rumah mbak ara)
"masuk di, gak bawa motor di?"
" jalan kaki mbak"
" naik di lampu nya udah di kamar lantai 2"
(paidi pun mengkuti mbak Ara dari belakang melihat samar samar ada mahkota dewa di balik daster tipis yang mbak Ara pakai)
" ini lampunya di kamu bisa masangnya kan"
"ohhh bisa mbak, mau di pasang sebelah mana mbak?" tanya paidi sambil mengamati sisi kamar yang pas untuk lampu tidur tempel tersebut.
" sini kayaknya bagus di, bentar mbak ambilin kursi buat pijakan biar gampang masangnya di"
" ndak usah mbak , biar Paidi berdiri di sisi ranjang ini aja mbak kayaknya sampai deh mbak"
"beneran bisa di?" tanya mbak Ara takut Paidi terpeleset kaya tadi siang
" bisa mbak tenang aja mbak"
mbak ara kemudian berdiri sambil mengarahkan posisi yang pas untuk lampu hiasnya"
setelah memasang lampu hiasnya paidi dan mbak Ara menuju ke lantai 1 .
di pertengahan menuruni anak tangga daster tipis mbak Ara tanpa sengaja nyangkut di besi pegangan tangga dan mbak Ara pun kehilangan keseimbangan dan .
(bruk .....) mbak ara terjatuh dari tangga dan daster tipis yang ia kenakan tersangkut di tangga yang mengakibatkan mbak ara jatuh hanya tinggal mengenakan b* dan c*
" mbak ara mbak" Paidi panik setelah melihat mbak ara jatuh di depannya
"mbak bangun mbak" suara Paidi sedikit kebingungan antara ia angkat mbak Ara atau memandang tubuh mulus nya terlebih dahulu.
dan akhirnya Paidi membopong tubuh mbak Ara ke lantai 2, sesampainya di kamar lantai 2 paidi kemudian menidurkan mbak Ara di kasur kemudian menutup tubuh mbak ara menggunakan selimut.
" mbak mbak Ara mbak" panggil Paidi berusaha membangun kan mbak ara dari pingsannya.
" duh duh duh" suara mbak ara sedikit kesakitan merasakan badanya yg terjatuh dari tangga
" syukur lah mbak ara udah bangun, mna mbak yg sakit?" tanya paidi
" sini, sini, sama sini" tunjuk mbak Ara bagian yang sakit
paidi yang sedikit sedikit mempunyai keterampilan memijat orang keseleo akhirnya membantu mengobati mbak ara.
saat Paidi selesai memijat mbak ara sudah tertidur pulas , entah karena kecapekan atau merasa kan pijatan tangan paidi yang menyenangkan