Livia mengerutkan dahi mendengar ucapan Reza. Terlebih ketika lelaki itu tiba-tiba menarik pinggangnya sehingga tubuh keduanya saling bersentuhan. Napas Reza kini menyapu permukaan wajah Livia dan membuat perempuan itu menelan ludah kasar. "Temani aku malam ini, Via." Suara seksi Reza membuat bulu kuduk Livia meremang seketika. Dia menatap manik mata sang milyarder itu. Tatapan dinginnya seakan menyembunyikan ribuan misteri yang sulit ditebak oleh Livia. "P-Pak, tolong jangan main-main. Sa-saya harus segera mengerjakan kembali draft itu. Saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu di sini setelah pekerjaan kita selesai." "Jika kamu mau menemaniku malam ini, maka aku akan memberikan kamu lebih banyak waktu untuk berlibur usai pekerjaan ini selesai!" Reza tersenyum tipis kemudian mengusap

